Maafkan jika bicaraku bukanlah hal yang ingin kau dengar.
Maafkan aku yang selalu berusaha dekat denganmu, sementara kau sebaliknya.
Maafkan jika perhatianku bukanlah sesuatu yang kau harapkan.
Maafkan jika tingkah lakuku membuatmu jengkel.
Maaf atas kebercandaan ku yang membuat mu ilfeel.
Maafkan aku dengan semua perasaan yang kupendam sangat dalam ini.
Maafkan aku yang selalu berbuat semauku
Maafkan jika aku terus mengusikmu, mengganggumu, dan membuatmu tidak nyaman
Aku tak berniat begitu, sungguh …
Mungkin dulu, aku mengharapkan kau untuk selalu berada disampingku.
Tapi kini, aku tidak akan lagi mengharapkanmu
Kurasa yang ku lakukan hanyalah membuang buang waktuku dan akan berakhir sia sia.
Mungkin saat ini aku hanya harus memasrahkan semuanya kepada Nya.
Maafkan aku …
Kini aku tidak perduli lagi apa yang akan hatiku rasakan tentangmu.
Sungguh aku tidak perduli! Bukankah hal itu sama dengan mu kan ka? Kau tidak akan pernah perduli.
Kau pasti tahu, mungkin aku seringkali ucapkan bahwa aku akan menjauh darimu, tapi kau tau? berulang kali apa yang aku lakukan itu tidak berhasil, entah sampai kapan aku akan terus berusaha hanya untuk belajar melupakan mu.
Aku tidak perduli apa yang kau fikirkan tentang aku saat ini ketika aku menulis surat ini, aku tidak perduli ketika kau marah atau ilfil padaku saat ini. Bahkan mungkin kau sedang bergelak tawa saat ini ketika kau membaca surat ini, mungkin kau fikir aku ini seorang wanita bodoh yang lagi lagi membahas tentang cinta seorang manusia tapi manusia itu tidak pernah mencintainya.
Tapi, hanya ada satu kata yang ingin aku ucapkan, jika memang kau benar benar membenciku, aku minta maaf.
Kau tidak perlu hawatir, karena aku putuskan untuk berhenti sampai disini. Dan kau tidak perlu hawatir bahwa aku akan mengganggu hidupmu lagi, dan aku tidak tau apakah ini akan berhasil atau tidak.
Tapi sebelum aku lakukan itu semua, maafkanlah aku, atas semua kebodohanku, atas semua perlakuan ku yang sangat bodoh, yang mungkin tak seharusnya seorang wanita melakukan itu. Aku tak tau apa yang terjadi pada diriku, mungkin aku sudah gila akan ini, aku tidak mengerti, tapi kurasa ini cukup, cukup sampai disini saja, semuanya selesai. Aku minta maaf.
Tapi kamu jangan hawatir, bahwa aku akan memutuskan tali persaudaraan ini, tidak ka! Tidak akan. Aku akan tetap jadi saudara seakidah mu.
Aku tidak akan melupakan atas apa yang telah terjadi padaku, atas apa yang telah kau lakukan, atas apa yang telah membuatku bahagia dan mengerti apa arti cinta.
Dan aku sekarang mengerti, bukan saatnya untuk memikirkan itu, sekarang adalah saatnya untuk meraih masa depan.
Kelak, jika kita diizinkan untuk bertemu, kita pasti akan bertemu dengan menggandeng tangan pasangan kita masing masing.
Kamu akan bahagia bersama orang yang kamu pilih dan kamu cintai, begitupun denganku, aku akan bahagia bersamaNya disurga Nya insyaAllah, karena aku tidak tau dengan siapa aku berjodoh didunia, dan aku sedikit tak mengharapkan hal itu.
Apapun yang aku katakan saat ini, mungkin tidak akan berpengaruh apa apa padamu, ini tidak akan berpengaruh apa apa.
Aku tak perlu banyak alasan untuk mencintaimu, karena aku telah memilihmu, aku tak mengerti kenapa harus kamu yang ada di hatiku, banyak manusia didunia ini yang ku temui, tetapi kenapa harus kamu yang ada di hatiku, kenapa harus kamu yang ada dimimpiku?
Semua ini hanya akan menjadi sebuah kenangan yang kusimpan rapat entah akan sampai kapan, dan kini hanya mampu bersemayam didalam doa.
Telah kupuisikan namamu sebagai ingatan terbaik masalalu, kelak, kau akan mengerti, bagaimana cara Allah merawat orang yang tabah dan setia.
Cuma ada satu pesen aku untukmu, “hargai setiap waktu, bukan hanya karena mereka berharga, tapi selama mereka masih ada”.
Terimakasih atas pelangi yang telah kau lukis dalam hidupku…
Maafkan aku yang selalu berusaha dekat denganmu, sementara kau sebaliknya.
Maafkan jika perhatianku bukanlah sesuatu yang kau harapkan.
Maafkan jika tingkah lakuku membuatmu jengkel.
Maaf atas kebercandaan ku yang membuat mu ilfeel.
Maafkan aku dengan semua perasaan yang kupendam sangat dalam ini.
Maafkan aku yang selalu berbuat semauku
Maafkan jika aku terus mengusikmu, mengganggumu, dan membuatmu tidak nyaman
Aku tak berniat begitu, sungguh …
Mungkin dulu, aku mengharapkan kau untuk selalu berada disampingku.
Tapi kini, aku tidak akan lagi mengharapkanmu
Kurasa yang ku lakukan hanyalah membuang buang waktuku dan akan berakhir sia sia.
Mungkin saat ini aku hanya harus memasrahkan semuanya kepada Nya.
Maafkan aku …
Kini aku tidak perduli lagi apa yang akan hatiku rasakan tentangmu.
Sungguh aku tidak perduli! Bukankah hal itu sama dengan mu kan ka? Kau tidak akan pernah perduli.
Kau pasti tahu, mungkin aku seringkali ucapkan bahwa aku akan menjauh darimu, tapi kau tau? berulang kali apa yang aku lakukan itu tidak berhasil, entah sampai kapan aku akan terus berusaha hanya untuk belajar melupakan mu.
Aku tidak perduli apa yang kau fikirkan tentang aku saat ini ketika aku menulis surat ini, aku tidak perduli ketika kau marah atau ilfil padaku saat ini. Bahkan mungkin kau sedang bergelak tawa saat ini ketika kau membaca surat ini, mungkin kau fikir aku ini seorang wanita bodoh yang lagi lagi membahas tentang cinta seorang manusia tapi manusia itu tidak pernah mencintainya.
Tapi, hanya ada satu kata yang ingin aku ucapkan, jika memang kau benar benar membenciku, aku minta maaf.
Kau tidak perlu hawatir, karena aku putuskan untuk berhenti sampai disini. Dan kau tidak perlu hawatir bahwa aku akan mengganggu hidupmu lagi, dan aku tidak tau apakah ini akan berhasil atau tidak.
Tapi sebelum aku lakukan itu semua, maafkanlah aku, atas semua kebodohanku, atas semua perlakuan ku yang sangat bodoh, yang mungkin tak seharusnya seorang wanita melakukan itu. Aku tak tau apa yang terjadi pada diriku, mungkin aku sudah gila akan ini, aku tidak mengerti, tapi kurasa ini cukup, cukup sampai disini saja, semuanya selesai. Aku minta maaf.
Tapi kamu jangan hawatir, bahwa aku akan memutuskan tali persaudaraan ini, tidak ka! Tidak akan. Aku akan tetap jadi saudara seakidah mu.
Aku tidak akan melupakan atas apa yang telah terjadi padaku, atas apa yang telah kau lakukan, atas apa yang telah membuatku bahagia dan mengerti apa arti cinta.
Dan aku sekarang mengerti, bukan saatnya untuk memikirkan itu, sekarang adalah saatnya untuk meraih masa depan.
Kelak, jika kita diizinkan untuk bertemu, kita pasti akan bertemu dengan menggandeng tangan pasangan kita masing masing.
Kamu akan bahagia bersama orang yang kamu pilih dan kamu cintai, begitupun denganku, aku akan bahagia bersamaNya disurga Nya insyaAllah, karena aku tidak tau dengan siapa aku berjodoh didunia, dan aku sedikit tak mengharapkan hal itu.
Apapun yang aku katakan saat ini, mungkin tidak akan berpengaruh apa apa padamu, ini tidak akan berpengaruh apa apa.
Aku tak perlu banyak alasan untuk mencintaimu, karena aku telah memilihmu, aku tak mengerti kenapa harus kamu yang ada di hatiku, banyak manusia didunia ini yang ku temui, tetapi kenapa harus kamu yang ada di hatiku, kenapa harus kamu yang ada dimimpiku?
Semua ini hanya akan menjadi sebuah kenangan yang kusimpan rapat entah akan sampai kapan, dan kini hanya mampu bersemayam didalam doa.
Telah kupuisikan namamu sebagai ingatan terbaik masalalu, kelak, kau akan mengerti, bagaimana cara Allah merawat orang yang tabah dan setia.
Cuma ada satu pesen aku untukmu, “hargai setiap waktu, bukan hanya karena mereka berharga, tapi selama mereka masih ada”.
Terimakasih atas pelangi yang telah kau lukis dalam hidupku…
0 komentar:
Posting Komentar